Minggu, 29 Maret 2026

‎jalan "warisan" satu bupati dua PJ bupati 74 Persen Jalan di Muaro Jambi Rusak, Dinas PUPR Ungkap Kendala Anggaran ‎


Faktahitam.com-
MUARO JAMBI – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Muaro Jambi tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi tahun 2026, tercatat bahwa mayoritas jalan milik pemerintah daerah masih dalam kondisi Rusak


‎Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 883 kilometer, hanya sekitar 26 persen atau sebagian kecil saja yang dikategorikan dalam kondisi Baik Sebaliknya, 74 persen sisanya dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

‎Persoalan Menahun dan Keterbatasan Fiskal
‎Menanggapi keluhan masyarakat di media sosial, terungkap bahwa kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini bukanlah persoalan yang muncul dalam semalam. Tingginya angka kerusakan jalan tersebut dinilai merupakan akumulasi atau "warisan" masalah dari beberapa periode kepemimpinan sebelumnya, termasuk masa jabatan satu bupati definitif dan dua Penjabat (Pj) Bupati terdahulu.

‎Saat ini, Bupati Muaro Jambi yang baru menjabat selama satu tahun dihadapkan pada tantangan besar. Selain beban perbaikan yang luas, pemerintah daerah juga terkendala oleh keterbatasan anggaran pada tahun anggaran 2026.

‎"Kondisi jalan yang tidak Baik ini memang mendominasi. Namun, perlu dipahami bahwa dengan masa jabatan bupati yang baru berjalan satu tahun, perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan, apalagi dengan keterbatasan anggaran yang ada saat ini," ujar sumber internal terkait.

‎Prioritas Pembangunan
‎Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi kini tengah menyusun skala prioritas untuk menentukan titik-titik jalan yang akan mendapatkan penanganan terlebih dahulu. Keterbatasan dana menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh mobilitas ekonomi masyarakat.

‎Pemerintah Kabupaten berharap masyarakat dapat bersabar dan memahami bahwa pembenahan infrastruktur sepanjang ratusan kilometer memerlukan waktu dan dukungan fiskal yang berkelanjutan.


Amril mata 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar