‎Warga Keluhkan Pedagang Liar di Gentala Arasy, Pemkot Jambi Didesak Bertindak Tegas


Faktahitam.com-
JAMBI – Ikon wisata Kota Jambi, Jembatan Gentala Arasy, kini dikeluhkan oleh para pengunjung. Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur di sepanjang badan jembatan dinilai telah mengganggu kenyamanan publik dan estetika kawasan wisata religi tersebut.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas pejalan kaki di atas jembatan seringkali tersendat, terutama pada sore dan malam hari. Lapak pedagang yang memakan bahu jalan membuat ruang gerak pengunjung menjadi sangat terbatas.

‎Keluhan Pengunjung dan Masyarakat
‎Beberapa pengunjung mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jembatan yang kian semrawut. Selain mengganggu mobilitas, keberadaan pedagang juga menyisakan persoalan sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

‎"Seharusnya jembatan ini bersih untuk pejalan kaki menikmati pemandangan Sungai Batanghari. Sekarang jadi sesak karena banyak lapak jualan. Kami minta Pemerintah Daerah (Pemda) segera turun tangan," ujar salah satu pengunjung, Senin (23/03).

‎Desakan untuk Pemerintah Daerah
‎Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Jambi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk melakukan penertiban secara konsisten. Warga menilai bahwa pembiaran yang terlalu lama akan membuat pedagang merasa memiliki hak untuk berjualan di area terlarang tersebut.

‎Adapun poin-poin utama yang menjadi aspirasi masyarakat antara lain:

‎Penertiban Segera: Pemda diminta melakukan razia rutin agar badan jembatan bersih dari aktivitas jual beli.

‎Relokasi Terpusat: Menyarankan agar pedagang diberikan wadah khusus di area bawah jembatan atau kawasan Ancol agar tidak mengganggu jalur utama.

‎Pengawasan Ketat: Penempatan petugas di titik-titik rawan pada jam sibuk guna mencegah pedagang kembali menggelar lapak.

‎Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengembalikan fungsi Jembatan Gentala Arasy sebagai ruang publik yang nyaman dan tertib.

Amril mata 

Komentar