Faktahitam.com-Muaro JAMBI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mulai mematangkan rencana besar transformasi infrastruktur di wilayah strategis Mendalo. Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno (BBS), menghadiri rapat koordinasi teknis terkait rencana pelebaran dan pembangunan jalan dua jalur yang membentang dari batas Kota Jambi hingga exit tol Jaluko (Pijoan).
Rapat krusial tersebut berlangsung di Ruang Rapat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bina Marga Jambi, Pasir Putih, Kota Jambi, pada Kamis (7/5/2026). Dalam pertemuan ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Anjar Parbowo, dan Kepala Bapperida, Budi Setiawan.
Konektivitas Lintas Sumatera
Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi permanen bagi kepadatan arus lalu lintas di kawasan Mendalo Darat. Mengingat ruas jalan ini merupakan urat nadi Lintas Timur Pulau Sumatera yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Riau, serta akses vital menuju Lintas Tengah Sumatera arah Sumatera Barat.
"Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan Mendalo hingga Pijoan adalah wajah pintu masuk kabupaten yang sangat padat," ujar Bupati BBS.
Komitmen Pembebasan Lahan
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyatakan dukungan penuh terhadap usulan pembangunan jalur ganda ini. Bupati menegaskan bahwa Pemkab siap mengambil peran aktif, terutama dalam memfasilitasi proses non-teknis di lapangan.
"Kami sangat mengapresiasi usulan pembangunan dua jalur ini. Secara prinsip, Pemkab Muaro Jambi siap mendukung penuh, terutama dalam proses pembebasan lahan yang diperlukan agar pengerjaan fisik dapat berjalan sesuai jadwal," tegasnya.
Pembangunan jalan dua jalur ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan di Simpang Mendalo, tetapi juga mempermudah akses logistik menuju gerbang tol, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada efisiensi distribusi barang dan jasa di Provinsi Jambi.
Amril mata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar