Korupsi Dana Kesehatan Terbongkar, Kriminalitas di Muaro Jambi Melonjak Tajam! ‎


Faktahitam.com-
MUARO JAMBI – Catatan merah mewarnai akhir tahun di wilayah hukum Polres Muaro Jambi. Dalam Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar pada Rabu (31/12/2024), terungkap fakta mengejutkan mengenai melonjaknya angka kriminalitas serta skandal korupsi di sektor kesehatan yang merugikan rakyat.


‎Kapolres Muaro Jambi memimpin langsung pemaparan capaian kinerja tersebut di Aula Mapolres. Muaro Jambi. Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Muaro Jambi melonjak signifikan sebesar 26,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

‎Ratusan Kasus Menumpuk, Penyelesaian Belum Maksimal
‎Polres Muaro Jambi mencatat total 514 kasus tindak pidana yang terjadi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, aparat baru berhasil menyelesaikan 348 kasus, atau sekitar 67,70 persen. Artinya, masih ada ratusan perkara yang menjadi "pekerjaan rumah" bagi kepolisian di tahun mendatang.

‎Kejahatan konvensional masih merajai jalanan di Muaro Jambi, disusul oleh peredaran gelap narkotika yang terus mengancam generasi muda, serta tindak pidana yang menyasar kekayaan negara.

‎Skandal Korupsi Kesehatan di Sungai Gelam
‎Yang paling menyita perhatian publik adalah keberhasilan Satreskrim Polres Muaro Jambi membongkar praktik culas korupsi di sektor kesehatan. Kasat Reskrim Polres Muaro Jambi, AKP Hanafi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan dua tersangka dalam dua kasus korupsi yang berbeda selama tahun 2025.

‎Salah satu kasus yang paling mencolok terjadi di Desa Kebun Sembilan, Kecamatan Sungai Gelam. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kesehatan masyarakat justru ditilap untuk kepentingan pribadi.

‎"Berdasarkan hasil penyidikan, kerugian keuangan negara akibat korupsi di sektor kesehatan ini mencapai Rp 650.741.916," tegas AKP Hanafi di hadapan awak media.

‎Komitmen Penegakan Hukum
‎Kenaikan angka kriminalitas sebesar hampir 27 persen ini menjadi alarm keras bagi stabilitas keamanan di Muaro Jambi. Meski tingkat penyelesaian perkara berada di angka 67 persen, publik menuntut tindakan yang lebih preventif dan represif agar angka kejahatan konvensional tidak terus meroket.

‎Polres Muaro Jambi menyatakan akan terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus korupsi yang ada dan memperketat pengawasan di titik-titik rawan kriminalitas guna memastikan tahun 2026 menjadi tahun yang lebih aman bagi warga.

‎Amril mata

Komentar